≡ Menu

Brad Pitt Ibaratkan Perang Seperti Neraka

brad-pitt

Brad Pitt mengibaratkan perang seperti neraka di dalam sebuah film barunya yang berjudul Fury. Ya, salah satu aktor kawakan dari Hollywood itu mengharapkan supaya film barunya Fury tersebut dapat mengobati rasa trauma dari para tentara yang menjalankan tugasnya dalam Perang Dunia II. Film tersebut akan menutup Festival Film London BFI pada tahun ini. Di dalam film tersebut, Pitt memainkan peran sebagai seorang komandan tank Sherman yang menjalankan misi di belakang garis musuh pada 1945. Pitt mengungkapkan kepada agen SBOBET, film itu menceritakan tentang akumulasi trauma psikis para tentara yang terbawa hingga waktu tertentu. Pada saat berbicara di karpet merah, Pitt juga mengatakan jika Fury mengikutsertakan kru tank, yang belum pernah dirilis sedetail ini sebelumnya.

Brad Pitt dan pendamping pemeran utama Shia LaBeouf, Logan Lerman, Michael Pena dan Jon Bernthal disambut dengan riuh tepuk tangan dan sorak sorai dari para penggemar yang ada di Leicester Square. Setelah itu, mereka juga bergabung dengan mantan kru tank Perang Dunia II Peter Comfort (90), yang bekerja sebagai penasihat untuk film ini. Menurut penilaian Benthal, film tersebut merupakan sebuah drama yang mengisahkan tentang sebuah keluarga yang melakukan perjalanan menuju neraka. Seperti yang diketahui, sebelumnya Pitt berkata pada sebuah konferensi pers bahwa dirinya berharap para tentara bisa merasa dihormati dengan adanya film ini.

Brad Pitt menyampaikan kepada agen bola terpercaya Indo Master Bola, ini merupakan sebuah fakta yang sungguh luar biasa dari sifat manusia bahwa di dalam periode satu tahun saja kita dapat saling memotong dan berikutnya kita saling berbagi. Kita selalu terlibat konflik, tak peduli seberapa banyak kita akan berevolusi. Pada saat Pitt bermain di film ini, sang istri tercinta yakni Angelina Jolie juga sedang menyutradarai film Unbroken, yang dibintangi oleh Jack O’Connell, memerankan seorang atlet olimpiade yang ditawan pasukan Jepang.

Brad Pitt menyebutkan bahwa itu adalah sebuah pengalaman yang sungguh menyenangkan, sebab mereka memang belum pernah bekerja pada saat yang bersamaan. Pitt memang sudah pernah belajar teater Eropa, namun dia justru belajar teater Pasifik. Pitt belajar tank, sementara dia belajar bom.