≡ Menu

Manuel Pellegrini Tak Puas Atas Beberapa Keputusan Wasit

manuel-pellegrini-manchester-city-manchester-united

Manuel Pellegrini tidak merasa puas atas beberapa keputusan wasit yang memimpin pertandingan Derby Manchester. Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, sang juara dari Premier League di musim 2-13 – 2014 lalu itu mengukuhkan dirinya sebagai penguasa di Kota Manchester setelah sukses menumbangkan saudara tua mereka, Manchester United dengan perolehan skor akhir yang beda tipis 1-0. Oleh sebab itu, hasil kemenangan ini tercatat sebagai yang keempat kalinya bagi The Citizens atas tim Setan Merah sejak tahun 1970 lalu.

Gol tunggal City yang tercipta di duel panas bertajuk Derby Manchester diciptakan oleh sang bintang, Sergio Aguero pada menit ke 3. Hasil sempurna ini membuat Manchester City tetap berada di urutan ketiga, sementara pasukan Louis van Gaal turun ke urutan 10 klasemen sementara Premier League. Walaupun berhasil menang, namun rupanya derby jilid 168 itu menyimpan banyak rasa kecewaan yang mendalam untuk pelatih City, Manuel Pellegrini.

Manuel Pellegrini yang merupakan mantan entrenador Malaga itu tak puas dengan kinerja wasit Michael Oliver. Menurutnya, City seharusnya dihadiahi tiga penalti. Satu insiden yang paling disoroti oleh Pellegrini ialah pada saat Yaya Toure dijegal Marcos Rojo dalam kotak penalti. Dari foto yang diunggah Reuters, Rojo terlihat jelas mengaitkan kakinya ke lutut Toure. Pellegrini pun berpendapat kepada agen SBOBET, jika seharusnya Marcos Rojo diberikan kartu merah, akan tetapi faktanya wasit justru tidak mengeluarkan kartu apapun dari dalam saku bajunya.

Manuel Pellegrini mengklaim, seharusnya pelanggaran terhadap Yaya tidak hanya teguran tetapi juga kartu merah. Ada dua pelanggaran lain yang juga turut melibatkan Sergio Aguero. Namun, ia mengaku tidak ingin terlalu jauh membahas hal tersebut, sebab wasitlah yang sudah membuat keputusan pada laga sengit yang dipimpinnya itu. Seperti yang dikutip dari agen bola terpercaya Indo Master Bola, sekali lagi Pellegrini tak ingin berbicara mengenai wasit, karena ia sebelumnya juga sudah melakukannya di laga kontra Arsenal. Menjadi wasit adalah profesi yang sulit.