≡ Menu

Massimiliano Masih Optimis Meski Sudah Kalah Dua Kali

massimiliano-allegri-optimis-lolos-liga-champions

Massimiliano Allegri sebagai pelatih Juventus rupanya tetap merasa optimis dapat membawa timnya lolos hingga ke babak 16 besar Liga Champions. Memang, posisi klub berjuluk BIanconeri sekarang ini di klasemen sementara Grup A Liga Champions terbilang tidak aman, lantaran berada di urutan ketiga dan hanya meraih tiga poin. Merosotnya performa Si Nyonya Tua ini lantaran di laga ketiga kamis dini hari (WIB) menyerah dari Olympiakos Piraeus dengan skor beda tipis 1-0. Carlos Tevez dan kawan-kawan tidak sanggup menaklukkan keangkeran Stadion Georgios Karaiskaki dan harus puas dengan kekalahan kedua mereka di turnamen Eropa itu, sebelumnya Juventus kalah dari Atletico Madrid dengan skor yang sama. Dua hasil kekalahan yang mereka dapatkan di Liga Champions ini pun menyebabkan mantan pelatih AC Milan ingin membenahi beberapa lini. Hasil ini juga bertolak belakang dengan yang diterima Juve di Serie A dengan menjadi pemuncak klasemen sementara.

Massimiliano Allegri mengakui kepada agen SBOBET, bahwa dirinya masih optimistis dan sangat yakin bila timnya terus berjuang, maka pada akhirnya Juventus pasti bisa terus melaju hingga ke babak 16 besar. Seperti yang dikutip dari agen bola terpercaya Indo Master Bola, pada hari Jumat, 24 Oktober 2014 kemarin, Allegri memang membenarkan jika timnya tidak bermain cukup baik pada laga pembuka. Sebab, ketika itu Juventus seolah-olah terperangkap dan sulit untuk mengangkat performa tim di tengah lapangan hijau. Allegri menjelaskan, secara teknis skuad besutannya memang kurang baik. Bahkan dirinya sudah merasa tertinggal sejak awal permainan, namun setelah itu para anak didiknya terus melakukan perjuangan.

Massimiliano Allegri sadar jika tim harus mengembangkan permainan di beberapa area, kontra tim-tim seperti ini yang cepat mengejar. Salah satu yang ditekankan oleh Allegri adalah, sulitnya para pemain asuhannya itu untuk keluar dari tekanan, terutama saat kondisi klub sedang tertinggal. Seharusnya, Juve dapat menunjukkan pergerakan yang dinamis ketika berada pada posisi terbaiknya, namun sayang mereka tak bisa melakukannya.