≡ Menu

Natalia Roberts Berikan Hukuman yang Tak Biasa Kepada Sang Putri

sofia-petrova
Sofia Perova

Sungguh unik! Adalah seorang ibu yang memberikan hukuman tidak biasa kepada sang putri. Ya, apabila pada umumnya orang tua akan menghukum anak-anak mereka yang sudah berbuat salah dengan mengurungnya di dalam kamar, namun cara tersebut rupanya tidak berlaku pada Sofia Petrova. Sebab, remaja putri yang berumur 18 tahun itu justru diasingkan ke negara lain oleh ibunya sendiri. Seperti yang dikutip dari agen bola terpercaya Indo Master Bola, pada awalnya Sofia dikirim oleh ibu dan ayah tirinya untuk berlibur bersama dengan ayah kandungnya di Siberia, Rusia. Akan tetapi, pada saat Sofia tiba di kota Novosibirsk, Rusia, ia pun baru sadar jika tak ada tiket pulang untuknya.

Barulah pada saat itu sang ibunya, yang bernama Natalia Roberts memberitahukan bahwa dia sebenarnya sedang dihukum atas kenakalan yang telah dilakukannya di sekolah dan juga sudah mencuri uang di rumah. Maka dari itu, Sofia sendiri sudah membuat permohonan maaf kepada seluruh keluarganya supaya ia bisa kembali tinggal di Amerika Serikat (AS). Pada saat ini, Sofia pun telah tinggal selama tiga tahun di Rusia, sementara sang ibu belum memberikan izin untuknya kembali walaupun kata maaf suah berulang kali diucapkan oleh Sofia.

Pada surat yang dikirim oleh Sofia di tahun kemarin, dituliskan bahwa dirinya benar-benar ingin pulang ke rumah. Ia pun meminta kepada ibunya supaya bisa memaafkan semua kesalahan dan kenakalan remaja yang sudah ia lakukan sebelumnya. Di samping itu, Sofia juga menyebutkan jika sang ibu merupakan satu-satunya keluarga yang ia miliki. Ia pun sangat membutuhkan ibu. Walaupun kata-kata yang tertulis di dalam surat Sofia itu sangat mengharukan, namun Natalia masih kokoh pada pendiriannya yang masih belum sanggup memaafkan anak perempuannya itu. Menurut kutipan dari agen SBOBET, pada akhirnya, remaja malang itu pun diketahui mengalami depresi berat sehingga harus dilarikan ke pusat rehabilitasi untuk anak-anak di Rusia. Sementara itu, teman-temannya di Amerika Serikat melakukan aksi protes, unjuk rasa, dan kampanye untuk mendukung Sofia supaya dia bisa dipulangkan. Tentu saja hal tersebut menjadi bahan pemberitaan hangat dari media.