≡ Menu

Uniknya Lomba Baleganjur di Badung

Uniknya lomba Baleganjur di Badung. Terdapat sekitar ratusan orang yang terlihat memenuhi sisi luar Pura Lingga Bhuwana di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Bali, semenjak siang hari. Keramaian itu tidak lain disebabkan karena sedang dilangsungkannya lomba tabuh baleganjur antar SMP dan SMA di Kabupaten Badung dalam rangka festival seni dan budaya menyambut Hut ke-VIII Mangupura 2014. Seluruh peserta dari perlombaan itu pun sangat bersemangat. Pada umumnya, setiap peserta akan memakai pakaian adat Bali yang bermotif merah.

Uniknya lomba Baleganjur pada tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung itu pun sukses menarik perhatian dari masyarakat sekitar.  Ada pelajar SMP yang membawakan lakon yang berjudul Bomanjaya. Menurut kutipan dari agen bola terpercaya Indo Master Bola, kisah tersebut menceritakan putra dari Dewa Wisnu dengan Dewi Pertiwi yang bernama Boma. Dan mempunyai sifat ksatria serta berpengetahuan tinggi. Sang Boma memperoleh pengasuhan dari Dewa Brahma, sehingga mendapatkan pengetahuan suci dan ajaran tentang kewajiban seorang satria. Di samping itu, Boma pun mendapat kendaraan suci yang disebut Wilmana.

Kemudian, juga ada sosok raja raksasa yang bernama Danusura dan menetap di Kerajaan Prajatasena. Raja Danusura memerintah dengan semena-mena terhadap rakyatnya sehingga pada akhirnya justru menimbulkan kesengsaraan. Berikutnya, Boma dengan kendaraannya tersebut menuju ke Kerajaan Prajatasena untuk mengalahkan Raja Danusura dan menegakkan dharma (kebenaran). Pertempuran itu pun terjadi antara Boma dan Raja Danusura dengan sangat hebat. Akan tetapi, pada akhirnya Raja Danusura yang sukses ditaklukkan oleh senjata Boma yang dilemparkan dari atas Wilmana.

Pada perlombaan itu menurut agen SBOBET, terdapat 17 peserta yang berasa dari beberapa sekolah di Badung, yang disertai dengan peserta dari Denpasar. Pada perlombaan tersebut, juri melakukan dua penilaian, yaitu penilaian tabuh dan penilaian tari baleganjur. Setiap peserta diberikan waktu kira-kira 20 menit lamanya di atas panggung. Pada lima menit pertama memperlihatkan atraksi tabuh, setelah bendera hijau dikibarkan oleh panitia, peserta langsung mempertunjukkan kreasi tariannya yang diiringi oleh gambelan Baleganjur.